Selamat datang di Sajak Sahabat, Sebuah Coretan Kecil Tentang Mimpi dan Kehidupan
Showing posts with label coretan. Show all posts
Showing posts with label coretan. Show all posts

Wednesday, 20 November 2013

Tidak Dengan Cinta

Kita percaya bahwa mentari akan kembali esok pagi, tapi tidak dengan pelangi.
Kita yakin bumi akan terus berputar, tapi tidak dengan jarak yang memisahkan kita.

Kita ibarat melodi dan lirik sebuah kidung, tapi sumbang dalam keharmonisan.
Kita bagai diksi suatu kata, tapi tak jelas alur ceritanya.
Kita seperti kumpulan awan di hari senja, tapi kabut menutup jingganya.

Kita melukis kebersamaan seperti suvarna padi, kemudian pudar saat purnama.
Kita bagai netra dan hati, saling berpadu tapi tak pernah beradu.

Kita ibarat puisi dan prosa, indah tapi tak sama.
Kita bersama berbagi tawa dan canda, tapi tak berakhir bahagia.
Kita ingat semua kenangan saat bersama, tapi lupa akan lanjutannya.

Kita sama dalam setiap kesamaan, tapi tidak dengan keyakinan. Aku yakin dengan cintamu, kau yakin dengan cinta dia.
Kita berjodoh dalam segala hal, tapi tidak dengan cinta


- Ardi Firmansyah -

@Ardfir10
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Baca selengkapnya>>>

Friday, 4 May 2012

Surat Kecil


Sudah 17 tahun Berlalu, semenjak dia meninggalkan Rumah, meninggalkan kami semua dengan Harapan Memajukan ekonomi keluarga. Berjuang agar esok Hari keluarganya tetap bisa makan, tetap bisa menikmati kehidupan layaknya manusia manusia lainnya. Dengan semangat serta tangis haru, iya meninggalkan keluarga tercintanya pergi mengadu nasib ke negeri orang. 
Lembar lembar surat kecil iya kirim sebagai pengganti diri, Penghilang dahaga dikala sepi, saat semua keluarga menanti. Kini 17 tahun sudah berlalu, iya tak pernah lagi kembali, surat kecil pun tak lagi dikirim sebagai pengganti, hanya kabar kelabu yang kami terima.
Seperti kabut pekat, mendung yang tak kunjung henti, Petir yang menggelegar di siang hari. Kabar duka kami terima, Iya telah pergi dan tak kan kembali lagi. kini sosok Pemimpim keluarga telah tiada
Ayah.. Dimanapun kau berada, semoga Allah menempatkan tempat terbaiknya untukmu wahai syuhada keluarga.
Ayah.. Kumerindu, kapan kau datang membawa sejuta senyum kehangatan.
Ayah.. Kumerindu hanya do’a dan tangis kerinduan ini yang mampu kepersembahkan.
Ayah.. Kumerindu.. Aku yakin suatu saat nanti kita semua akan bersama lagi.. 
Bukan didunia yang fana ini, dunia yang hanya memberikan pengharapan tanpa kenyataan.

Salam Rindu dari kami sekeluarga untuk syuhada keluarga.

-Depok, Mei 2012-

Baca selengkapnya>>>

Friday, 17 February 2012

JADIKAN DIRIMU BAHAGIA

Ketika masih muda, anda korbankan kesehatan untuk cari harta.
Ketika sudah tua anda korbankan harta untuk cari kesehatan. Impas, tidak ada yang tersisa.

Ketika masih muda, anda ingin kaya.
Setelah kaya, anda tidak punya waktu untuk menikmati kekayaan.
Pas punya waktu anda keburu tua,
Tidak bertenaga lagi.
Kalau begitu, apa gunanya?

Ketika masih muda, anda tidak mampu beli makanan enak. Pas punya uang,
Anda sudah terlanjur tua, tidak boleh makan enak. Lalu...???

- Yang menjadi dambaan terdalam kita adalah kebahagiaan. Ya, KE BA HA GI A AN! Nyatanya, itu tidak terletak pada timbunan harta tujuh turunan, atau pada pangkat, kuasa, dan popularitas tanpa batas. -

Source : Buku Jadikan Dirimu Bahagia, karya Theo Riyanto, FIC. Penerbit Kanisius 2006
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Baca selengkapnya>>>

Thursday, 23 June 2011

Celoteh Kawan

seperti goresan tinta hitam yang merusak sucinya lembar putih...
tak tau harus berbuat apa.. aku disini hanya termenung...
kumpulan cerita yg selama ini kita buat,
ternyata tak mampu membuat lukisan indah di hatimu...

celoteh-celoteh anak muda,
tawa khas seorang raja,
tangis riuh si putri tidur,
seakan tak mampu membuatmu tersenyum kembali kepadaku..

bagai nila yang merusak susu sebelangga...

Aku...
Aku ini tak berguna..
Aku ini hanya angin lalu...

Hmmm.. tak apalah...
biar ku berkaca...
betapa bodohnya aku mengenalmu...

-Pena Bumi-
23 Juni 2011

Baca selengkapnya>>>

Wednesday, 8 June 2011

Dibalik Wajah Keras Sang Ayah

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak lelaki kecil……
Papa biasanya mengajari putra kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa menganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putra gantengnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putra kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi !

Baca selengkapnya>>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...